Pernah seorang teman berkata padaku, "aku tidak gila, aku sakit". Saat itu, hening yang mendalam terasa mencekam dalam kamarku. Sulit baginya untuk menjelaskan, sulit juga baginya untuk benar-benar merasa dimengerti.
Tak ada yang bisa mengerti dia
Tak ada yang bisa mengerti hatinya
Pikirannya melayang berserakan, memandang langit kosong yang mulai terisi akan kegelisahan tentang dirinya. Dia pernah bercerita pada pohon, ilalang, bahkan matahari sekalipun, "percuma" katanya. Tak ada jawaban, pepohonan dan ilalang hanya bergoyang tak acuh. Sedangkan mataharinya bersembunyi di balik awan.
Disaat dia senang, semangatnya bisa runtuh akan hal kecil yang tanpa alasan atau dengan alasan yang bahkan jika dia menceritakannya pun tidak ada yang dapat mengerti.
"Apakah ada yang akan bisa mengerti aku?"
"Apakah ada yang mau menerima keluh kesah ku yang tidak masuk akal ini?"
Dia sakit dalam dirinya, jiwanya
Hatinya membeku karena jauh dari kehangatan dan pengertian
Dia sakit dan tidak ada yang bisa mengobati
Dia sakit akan racun kehampaan yang menggerogoti dirinya
Dia tidak butuh perhatian, tetapi hanya butuh dimengerti.
Banyak yang bisa mendengarkannya
Tetapi tak ada yang bisa mengerti
Banyak yang tidak mendengarkannya
Dan tidak mau mengerti
Teruntuk seorang teman disana, aku disini
sama sepertimu
-Awanama-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar